Kamis, 06 November 2014
DEFINISI TASAWUF DAN DASAR AL-QUR’AN : PENGERTIAN TASAWUF, FAEDAH TASAWUF DAN SEBAB INTI (KELIRU MEMAHAMI) TASAWUF
Dosen Pengampu : Muh. Gito Saroso, M.Ag
KH. Agus Sukarmin
Di susun oleh :
Abdul Manaf (1133210014)
Shelly Wahdania (1133210001)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2014/2015
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tasawuf
Sebagian berkata : “ para sufi diberi nama sufi karena kesucian (safa) hati mereka dan kebersihan tindakan mereka (athar). “Bishr bin Al-Harits berkata: “ sufi adalah orang yang hati nya tulus (safa) kepada Allah. “ seorang sufi terkenal yang lain berkata: “ sufi adalah orang yang sifatnya tulus kepada Allah dan mendapat berkata tulus dari Allah. Sufi secara terminologi menurut kamus bahasa arab kata tsawwafa berarti dia ‘
Dalam mengajukan terori tentang pengertian tasawuf, baik secara etimologi dan istilah, ternyata para ahli berbeda pendapat, secara etimologi pengertian tasawuf dapat dilihat menjadi beberapa pengertian seperti di bawah ini :
Pertama tasawuf berasal dari istilah yang dikonotasikan dengan “ahli suffah” yang berarti sekelompok orang dimasa Rasulullah yang hidupnya banyak berdiam diserambi-serambi masjid, dan mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah.
Kedua, ada yang mengatakan tasawuf itu berasal dari “shafa”. Kata “shafa” ini berbentuk fi’il mabni majhul sehingga menjadi isim mul haq dengan huruf ya’ nisbah yang berarti sebagai nama bagi orang-orang yang “bersih” atau “suci”.maksudnya adalah orang –orang yang mensucikan dirinya dihadapan tuhan Nya.
Ketiga, ada yang mengatakan istilah tasawuf berasal dari kata “shaf”. makna “shaf” ini dinisbahkan kepada orang-orang yang ketika sholat selalu berada di shaf paling depan.
Pengertian tasawuf berdasarkan istilah, telah banyak dirumuskan oleh ahli yang satu sama lain berbeda sesuai dengan selera masing-masing.
1. Menuurtu al-Jurairi, tasawuf adalah memasuki segala budi (akhlak) yang bersifat sunni dan keluar dari budi pekerti yang rendah.
2. Menurut Al-Junaidi, tasawuf adalah bahwa yang hak adalah yang mematikanmu dan hak-haklah yang mematikanmu.
3. Menurut beberapa ahli bahasa dan sejarah dewasa ini, perkataan “sufi” bukan berasal dari bahasa arab melainkan dari bahasa Yunani lama yang telah di bahasa Arabkan, yaitu dari kata theosofi, yang artinya adalah ilmu ketuhanan kemudian diucapkan dengan lidah Arab
4. sehingga berubah menjadi tasawuf.
B. Dasar-dasar tasawuf dalam al-Qur’an
Secara umum ajaran islam mengatur kehidupan yang bersifat lahiriah dan batiniah. Pemahaman terhadap unsur kehidupan yang bersifat batiniah pada gilirannya nanti melahirkan tasawuf. Unsur kehidupan tasawuf ini mendapat perhatian yang cukup besar dari sumber ajaran islam, al-Qur’an antara lain berbicara tentang kemungkinan manusia dapat saling mencintai dengan Tuhan. Sebagai mana firman Allah SWT.
54. Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.
Al-qur’an pun menegaskan tentang pertemuan dengan Allah dimanapun hamba-hamba-Nya berada. Hal ini sebagaimana ditegaskan –Nya dalam al-Baqarah ayat 115
115. dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah, Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha mengetahui. Disitulah wajah Allah maksudnya; kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu di mana saja manusia berada, Allah mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
Lebih dari itu, pada ayat 16 surah Qaf, Allah menjelaskan :
•
16. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Berdasarkan ayat diatas, kebanyakan kalangan sufi bahwa untuk mencari Tuhan, orang tak perlu jauh-jauh. Ia cukup kembali kadalam dirinya sendiri. Lebih jauh lagi, Harun Nasution menegaskan bahwa Tuhan ada di dalam, bukan diluar diri manusia.
Di ayat lain Allah menegaskan manusia agar tidak di perbudak kehidupan duniawi dan kemewahan harta benda yang menggiurkan. Sebagaimana firman Allah dalam surah Fatir ayat 5
•• •
5. Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
Adalam pemahaman kalangan sufi, ayat diatas menjadi satu dasar untuk menjauhi kehidupan dunia yang penuh dengan tipuan. Kalau kita teliti lebih mendalam semua tingkatan dan keadaan yang dilalui sufi (yang pada dasarnya menjadi objek tasawuf), kita banyak menemukan landasan dalam al-Qur’an, berikut ini kami kemukakan ayat-ayat dalam al-Qur’an yang menjadi landasan sebagian tingkatan dan keadaan para sufi.
Tingkatan zuhud, misalnya ( yang banyak diklaim sebagai awal beranjaknya tasawuf), telah dijelaskan dalam al-Qur’an dalam surah an-Nisa ayat 77
Sementara tingkatan takwa berlandaskan pada firman Allah disurah al-Hujarat ayat 13, tingkatan syukur antara lain berlandaskan pada firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 7 sedangkan tingkatan sabar berlandaskan pada firman Allah pada surah al-Mu’min ayat 55.
Demikianlah, sebagian ayat al-Qur’an yang dijadikan sebagai landasan kaum sufi dalam melaksanakan praktek-praktek kesufiannya.
Dalam struktur yang ideal, Tasawuf selalu berhubungan dengan akhlak, begitu pula sebaliknya. Tasawuh dapat mengispirasi dan mempengaruhi seseorang untuk berjuang dan beramal secara ikhlas semata-mata karena Allah SWT, tidak ada maksud dan pamrih duniawi lain yang tersembunyi. Akhlah adalah permulaan tasawuf dan tasawuf adalah ujung dari akhlak. Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial sekaligus, manusia tentu saja berbeda dengan binatang karena sang manusia mempunyai akhlak (yang baik dan mulia). Dengan taawuf, kerianduan manusia kepada Tuhan tidak terhlang oleh kelezatan duniawi yang seringkali menipu, mengelabui, menjebak dan memenjarakan.
Jika kita kaji secara mendalam, maka di dalam taswuf selain terdapat kesopansantunan, ada juga insur-unsur estetika yang memancarkan seni dimana puncak keindahan itu adalah cinta. Orang yang tidak mengenal dan tidak mempunyai keindahan,tentu saja tidak pernak mengenal cinta. Dengan cara menafakuri diri, menikmati pesona alam, melihat bintang-bintang dilangit, maka pelaku tasawuf sebenarnya sedang mengkaji dan menikmati keindahan. Sayang, seringkali manusia tidak bisa mencapai keindahan yang hakiki.
Seseorang yang menjalani tasawuf akan memulai aktivitas dengan membersihkan diri untuk mencapai hakikat yang tinggi, karena Allah adalh Nur yang Maha Suci, maka hamba yang inngin berhubungan dengan-Nya harus berusaha melepaskan ruh dari lingkungan jasadnyapelepasan ruh ditempuh dengan jalan riyadhah (latihan) yang memerlukan waktu cukup lama. Riyadhah juga bertujuan untuk mengasah ruh supaya tetap suci, naluri manusia sebenarnya ingin mencapai yang baik dan sempurba dalam mengarungi kehidupan. Untuk mencapai hal ini tidaklah cukup hanya dengan ilmu pengetahuan karena ilmu hanya produk manusia dan hanya alat yang pendek. Jalan menuju hi
C. Faedah Tasawuf
Saat kita telah memahami tassawwuf itu kita mulai dapat membedakan mana yang baik dan tidak, Bagi tasawwuf mendidik hati dan ma’rifah Allah Yang Maha Mengetahui, sepertimana kata Ibn `Ajibah: Buah hasilnya ialah kelapangan (mulia) nafsu, selamat dada dan akhlak yang mulia bersama setiap makhluk.
Faedah tasawwuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada ma’rifat akan terhadap Allah Ta’ala sebagai ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan di akhirat dan mendapat keridhaan Allah Ta’ala dan mendapatkan kebahagiaan abadi.
Akhlak merupakan hiasan diri yang membwa keuntungan bagi yang mengerjakannya. Ia akan di sukai Allah dan di sukai umat manusia dan makhluk lainnya. Di dalamnya ternyata memberikan mbimbingan yang optimal secara batiniah dapat mengintegrasikan jiwa manusia.
Tasawwuf yang oleh sebagian orang dianggap mengandung unsur penyimpangan dari syari`at islam dan didaulat sebagai biang keladi pembawa kemunduran ternyata tidak dapat dibuktikan. Ajaran tasawwuf dapat di lacak dasar-dasarnya secara jelas dalam al-qur`an dan al-sunnah. Dan sebagian besar ulama telah membiktikannya dengan jelas.
Sebagai ilmu ijtihad manusia, akhlak tasawwuf sama dengan ilmu lainnya. Di sana ada kekurangan, kelemahan dan keganjilan, dan di sana pula ada kelebihan, kekuatan dan keistimewaan. Kiranya cara yang bijaksana yang perlu kita tempuh adalah apabila kita mengambil kelebihan, kekuatan dan keistimewaan dari tasawwuf itu memandu hidup kita, dan meluruskan paham-paham yang kurang proporsional.
D. Sebab Kekeliruan Dalam Memahami Tasawuf
Pengaruh positif tasawuf misalnya membentuk jiwa seseorang menjadi ikhlas dalam beramal dan berjuang. Tasawuf juga menuntun penghayatannya agar ruhanimya selalu rindu kepada Allah SWT. Seseorang sufi akan selali membersihkan dirinya karena Allah itu maha suci, seorang sufi jiwa yang tenang dan berkeyakinan yang mendalam, ia merasa senang dalam beribadah.
Pengaruh negatif tasawuf misalnya memotivasi orang untuk melakukan ‘uzlah secara berlebihan. ‘Uzlah adalah menyingkir dan mengasingkan diri dari masyarkat dalam waktu yang tidak ditentukan karena benci kepada hal-hal yang berbau duniawi, kalau tidak hati-hati, hal ini bisa melemahkan perjuangan umat islam sendiri. Baik dalam meningkatkan taraf hidupnya maupun dalam melaksanakan amar makruf nahi munkar.
Ajaran Islam datang bersamaan dengan munculnya paham tasawuf yang kemudian berkembang menjadi ajaran tharekat. Ajaran Islam dan paham tasawuf diterima secara luas oleh masyarakar Indonesia yang sejak awal telah teerpengaruh hl-hal yang bersifat mistik,batin, dan ruhani. Karenanya tidak heran jika paham tasawuf yang lebih mengutamakan hidup keruhanian dan penyucian batin bisa hidup subur dan berkembang di penjuru nusantara sampai sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)